Presiden Venezuela takut Twitter

Diposting oleh Unknown on Minggu, 31 Januari 2010

KARAKAS - Presiden Venezuela, Hugo Chavez menyebut para pengguna Twitter yang memprotes kebijakkannya menutup enam stasiun televisi kabel sebagai teroris. Chavez beranggapan bahwa ancaman terbesar bagi kekuasaannya di Venezuela adalah dunia maya. Sebegitu takutkah Chavez dengan dunia maya, terutama dengan sirtus jejaring sosial, Facebook dan Twitter?

Pekan ini, ribuan mahasiswa melakukan aksi turun ke jalan. Demonstran memprotes pimpinan Sosialis itu yang dinilai keras dalam membungkam para lawan-lawan politiknya, termasuk menutup enam stasiun televisi. Selasa lalu, demonstrasi sekira 3.000 mahasiswa itu berujung bentrok dan menyebabkan dua orang tewas. Kini, sejumlah mahasiswa mengalihkan protesnya melalui Twitter.

Seperti diberitakan Foxnews, sabtu (30/1/2010), sejumlah mahasiswa membuat topic baru seperti #Venezuela, #Estudiantes, #Free Venezuela untuk memberikan informasi dan kritik terhadap kebijakan Chavez. Selain itu, mereka juga membentuk grup di Facebook untuk menentang Chavez. Salah satu grup bahkan memiliki anggota sekira 80 ribu.

Tak pelak, aksi tersbut mengundang reaksi keras dari Presiden yang telah berkuasa sejak 1999 tersebut. "Menggunakan twitter, internet dan sms untuk mengkritisi pemerintah merupakan bentuk aksi terorisme," ungkap Chavez. Bahkan, pria kelahiran 28 Juli 1954 itu, akan menggunakan kekuatannya untuk menutup akses jaringan internet.

"Mereka takut dengan Twitter, Chavez khawatir bila jejaring sosial yang digunakan para mahasiswa akan seperti yang terjadi di Iran dimana aksi protes dilakukan lewat Twitter," ujar seorang jurnalis Venezuela Nelson Bocaranda. (ugo)


sumber : http://okezone.com/

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar